Tampilkan postingan dengan label UMUM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UMUM. Tampilkan semua postingan
Mencoba memahami puasa dari sudut pandang yang berbeda dari tahun sebelumnya. Itu mungkin menjadi motto saya memulai ramadhan kali ini dan berupaya mendapatkan pembelajaran dari ajang pelatihan dan pengujian keimanan ini. Rasa rasa berdosa pun bermunculan ketika saya mulai yakin bahwa kalimat "keimanan itu fluktuatif" tertanam dikepala. Rasa sesalpun  tiba ketika saya mulai menyadari ketika awal puasa semua dimulai dengan baik, dengan semangat beribadah yang tinggi, dan menurun sampai akhir.  Bahkan sebuah tantangan utk mengkhatamkan Al-qur'an pun terlewatkan Seketika gambaran kurva mirip kurva Demand pun terlintas dikepala, sebuah grafik turun yang melambangkan sebuah kondisi merugi dalam peribadahan.

Betapa mulianya Allah SWT memberikan fasilitas ramadhan dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, ibarat sebuah training dalam membiasakan diri menjadi hamba yang lebih baik. Melatih diri terbiasa dengan kehidupan yang religius, sederhana, toleran, dan harmonis.
Disatu sisi saya secara memandang puasa ramadhan sebagai sebuah ajang ujian dan cobaan dari Allah SWT,  dimana Allah SWT melihat seikhlas apakah sebenarnya hambanya dalam bersyukur dan melaksanakan kegiatan beribadah dibulan puasa, iming imingan pahala berkali lipat, atau niat yang tulus ikhlas dalam bersyukur kepada Allah SWT lah yang menjadi motif dalam kegiatan kegiatan peribadatan yang dilakukan di bulan Ramadhan, mungkin hanya Allah SWT yg mengetahuinya,.
itu lah sebagian kecil rahasia ramadhan yang harus kita ketahui maknanya dengan memperdalam ilmu ilmu keagamaan.
.
sebenarnya inilah tulisan pertama saya di blog ini, sesuatu yang dimulai tanpa untuk mengungkapkan makna Hari Kemerdekaan yang sangat sulit untuk dipahami. Entah emosi seperti apa yang membuat perasaan "wah" terhadap hari kemerdekaan hilang dan pudar, paling tidak tidak sekuat dulu waktu masih duduk dibangku sekolah dasar, yang memiliki semangat untuk mengikuti upacara dan memeriahkan perayaan perayaan serta lomba2 yang diadakan oleh ibu ibu PKK ataupun guru guru sekolah.
tapi ini kan bukan jamannya lagi saya ikut lomba makan kerupuk atau panjat pinang mungkin karna memang tminat untuk itu juga tidak ada. saya terkadang terfikir untuk mencari sebuah kesimpulan dari pengaruh perayaan perayaan tersebut terhadap penanaman semangat nasionalisme yang kepada para generasi penerus. Bagaimana saya tidak berfikiran seperti itu, karna samapai saat ini yang terlintas ketika saya mendengar Hari Ulang  Tahun Kemerdekaan Indonesia adalah "upacara" dan "lomba".
memang saya juga tidk mau dikatakan tidak memiliki semangat nasionalisme dan tidak bisa memahami dan merenungi perjuangan para pahlawan perang dulu, meskipun lagu "Indonesia Raya" ataupun lagu mengheningkan cipta berkumandang ditelinga saya.
jika ternyata ilustrasi tersebut benar adanya. maka pikiran seperti ini mungkin menimbulkan keprihatinan bagi sebagian kita yang merasakan kurangnya semangat nasionalisme yang menjadi emosi didalam diri kita. Tapi sekali lagi sya tidak ragu untuk menegaskan, secara pemikiran, pengetahuan historis, dan pemahaman wacana terhadap semangat Nasionalisme oran orang seperti saya yang seempat mengenyam bangku pendidikan tentu tidaklah minim sekali. paling tidak cukuplah untuk menjawab pertanyaan pertanyaan anak SD atau SMP.
yang menjadi harapan dari sebuah keprihatinan tentulah sebuah perbaikan terhadap kurangnya nilai nilai nasionalisme tersebtu, perbaikan tersebut bisa menjadi tonggak awal perbaikan bangsa kedepannya, memberikan pemahan dan penanaman nilai nilai "memberi terhadatp bangsa, bukan mengambil" . Dimulai dari diri pribadi, dan generassi adik adik, anak anak, dan sanak famili kita.
mungkin itu saja yang mau saya tulis,
sengaja ditulis tanpa pernah memencet backspace, menunjukan sekali sekali kita tidak harus mundur untuk maju.
selamat merenungi hari kemerdekaan Republik Indonesi yang ke 66.